RUMAH MAKAN

Radar Informasi Terdepan dan Terpercaya

Kamis, 29 Oktober 2026

Warga Demo Pabrik Granit SPS di Subang, Keluhkan Getaran Mesin, Debu Produksi dan Drainase Mengakibatkan Genangan Air

Oleh admin •

SUBANG, Warta RadaR – Sekira 30 warga Kampung Sukagenah, Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan PT Superior Porcelain Sukses (SPS), Selasa (27/10/2026). Aksi yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 WIB di Jalan Raya Pabuaran–Cipeundeuy tersebut menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat di sekitar kawasan pabrik granit.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan empat tuntutan utama, yakni persoalan polusi debu, getaran mesin produksi, kekeringan air bersih, serta tidak adanya saluran drainase di sekitar area pabrik. Aksi dipimpin oleh Usa, Ketua RT 24 RW 10 Kampung Ciela, Desa Kadawung. Warga berharap aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan dan segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

Empat Persoalan Lingkungan Jadi Tuntutan Warga

Polusi debu yang diduga berasal dari aktivitas produksi menjadi salah satu keluhan utama masyarakat. Warga mengharapkan adanya langkah pengendalian agar debu tidak terus mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Selain itu, getaran mesin produksi juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap dilakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional pabrik untuk memastikan sumber getaran dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Persoalan lain yang disuarakan adalah berkurangnya ketersediaan air bersih yang dikeluhkan warga serta tidak adanya saluran drainase di sekitar area pabrik. Terkait kondisi air bersih, penyebab kekeringan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan adanya hubungan dengan penggunaan atau pengeboran air tanah untuk kebutuhan pabrik perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang. Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi diikuti penyelesaian yang jelas dan dapat dipantau bersama.

Mediasi Hasilkan Komitmen Penanganan

Aksi warga dilanjutkan dengan mediasi bersama pihak perusahaan. Berdasarkan laporan kegiatan, mediasi tersebut menghasilkan sejumlah komitmen dari pihak PT Superior Porcelain Sukses. Pertama, pihak perusahaan menyatakan akan segera melakukan penyiraman air ke jalan sebagai langkah untuk membantu mengendalikan debu. Kedua, perusahaan akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna merealisasikan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama. Ketiga, pihak perusahaan menyatakan akan segera membangun saluran drainase di sekitar area pabrik.

Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil penting dari penyampaian aspirasi warga. Masyarakat tentu berharap rencana yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai komitmen dan memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan sekitar. Sementara itu, persoalan getaran mesin dan ketersediaan air bersih masih memerlukan perhatian lebih lanjut agar seluruh tuntutan warga dapat ditangani secara menyeluruh.

Aparat dan Unsur Kecamatan Hadir Mengawal Kegiatan

Kegiatan aksi dan mediasi turut dihadiri oleh Deni selaku perwakilan HRD PT SPS, Selamat dari wilayah Pabuaran, Babinsa Koramil 0507, Bhabinkamtibmas Polsek Pabuaran, serta unsur Polisi Pamong Praja Kecamatan Pabuaran.Kehadiran unsur terkait menjadi bagian dari pengawalan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat agar berlangsung tertib dan kondusif. Berdasarkan laporan monitoring, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

Warga Menunggu Realisasi Kesepakatan

Hasil mediasi menjadi langkah awal untuk menjembatani keluhan masyarakat dengan pihak perusahaan. Namun, realisasi komitmen yang telah disampaikan akan menjadi hal penting untuk menjawab harapan warga Kampung Sukagenah. Masyarakat berharap penyiraman jalan dan pembangunan drainase segera dilaksanakan. Di sisi lain, pemeriksaan terhadap getaran mesin dan persoalan ketersediaan air bersih juga perlu mendapat tindak lanjut dari perusahaan bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Penyelesaian yang terukur, komunikasi terbuka, serta pengawasan terhadap pelaksanaan kesepakatan diharapkan dapat menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat Desa Kadawung.

Riki. D

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook X